Pagi hari ini di Ibukota (H+21) Karantina

Ruang jalanan menjadi hening. Tak ramai, tapi juga tak sepi. Ada pekerjaan yang memaksaku untuk keluar dari rumah. Bergerak menyusuri jalanan ibukota  yang kabarnya hari ini sudah ramai saja.  Ruteku tak panjang, Pondok Gede –  Pancoran. Tapi beberapa hari ini sering aku lewatkan untuk melihat Jalanan Gatot Subroto, mengamati apa yang tersaji di jalan. Ketidak…

Gagal Ke Norway

Hari ini harusnya sibuk membawa koper besar, yang berisi persiapan barang menuju Norway. Tapi untung tak dapat diraih, dan nasib bersuara nyaring. Akhirnya pengajuan visa saya ditolak. Hidup adalah catatan sederhana, yang kadang dituliskan dengan banyak cerita. Kejadian ini sebenarnya tak pernah disangka. Hanya karena waktu pendaftaran paspor 6 tahun lalu lah awal mulanya. Saya…

Batu Putih, Mutiara Terpendam Lombok Barat

Setiap tempat memberi cerita. Beberapa hanya menyediakan eksistensi, tapi lainnya menghidupkan nurani. Tinggal mana yang kita pilih, menyalakan perjalanan dengan segala hikmah, atau sekedar berlalu tapi tak pernah memperkaya jiwa.   Suara telepon pagi itu berdering, kawan lama saya mengajak untuk mengisi materi foto dan video. Di sebuah desa di Lombok Barat dengan nama Batu…

Pak Jamal, Mencari Asa Di Sunda Kelapa

Semerbak wangi wisata negeri tetangga semakin mekar dan harum. Sedangkan di negeri sendiri tersiar kabar, jumlah wisatawan asing di ibukota semakin menurun. Lama tak berjalan menyusuri Jakarta. Ada perasaan rindu untuk mengunjungi Sunda Kelapa. Kapal-kapal kayu yang bersandar, aroma laut dan riuh para manusia dengan segala kesibukannya selalu menggoda untuk dijelajahi. Karena pada umur yang sekarang,…

Tercekat Karena Asap

Kita pernah berteriak tanda ketidakadilan mengganggu pikiran. Saat media sosial dan koran-koran besar dibungkam untuk menyuarakan kebenaran. Iya, siapa lagi. Kalo bukan kita yang  bersuara. Siapa lagi kalo bukan diri ini yang memberitakannya. Minggu itu telah berlalu. Saya merasakan sendiri bagaimana pandangan menjadi sama karena asap yang tersebar. Dari Pesawat, langit biru di ketinggian masih…

Ulu Kasok, Raja Ampat Versi Riau

Kita adalah harap, saat semua orang menaruh percaya. Bila dengan manusia mulai tumbuh ragu, maka paling tidak taruhlah asa itu kepada doa untuk yang Maha. Semoga-semoga asap segera pergi, dan udara Riau kembali segar, lalu benih pariwisata yang tumbuh kembali mekar. Pesawat saya sampai di Bandar Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim jauh sebelum asap tiba.…

Rayuan Pulau Dua

Konon katanya, laut adalah teman. Dia menelan semua sedih dengan gemuruhnya. Bila kau beruntung, warna langit yang merah adalah pelipur lara. Tentang hati yang rindu, namun mungkin belum bisa bertemu. Ada yang bilang tulisan perjalanan itu mempunyai jalannya sendiri. Ada yang gaya penulisannya panjang, ada yang pendek. Begitu pula dengan foto yang menemani. Ada yang…