Tercekat Karena Asap

Kita pernah berteriak tanda ketidakadilan mengganggu pikiran. Saat media sosial dan koran-koran besar dibungkam untuk menyuarakan kebenaran. Iya, siapa lagi. Kalo bukan kita yang  bersuara. Siapa lagi kalo bukan diri ini yang memberitakannya. Minggu itu telah berlalu. Saya merasakan sendiri bagaimana pandangan menjadi sama karena asap yang tersebar. Dari Pesawat, langit biru di ketinggian masih…

Ulu Kasok, Raja Ampat Versi Riau

Kita adalah harap, saat semua orang menaruh percaya. Bila dengan manusia mulai tumbuh ragu, maka paling tidak taruhlah asa itu kepada doa untuk yang Maha. Semoga-semoga asap segera pergi, dan udara Riau kembali segar, lalu benih pariwisata yang tumbuh kembali mekar. Pesawat saya sampai di Bandar Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim jauh sebelum asap tiba.…

Rayuan Pulau Dua

Konon katanya, laut adalah teman. Dia menelan semua sedih dengan gemuruhnya. Bila kau beruntung, warna langit yang merah adalah pelipur lara. Tentang hati yang rindu, namun mungkin belum bisa bertemu. Ada yang bilang tulisan perjalanan itu mempunyai jalannya sendiri. Ada yang gaya penulisannya panjang, ada yang pendek. Begitu pula dengan foto yang menemani. Ada yang…

Cerita dari Jayabakti, suku Bajo dengan kampung terpadat di dunia

Cerita-cerita indah selalu menghadirkan pantai dengan sunrise dan sunsetnya yang menawan. Begitu juga surga bawah laut yang menarik untuk diceritakan. Tapi kadang mereka lupa, laut juga selalu punya kisah. Terutama dari mereka yang menghidupinya. Sebagai bentuk terbaik dari kehidupan, barangkali cerita suku Bajo ini pantas untuk diabadikan.

Surat Untuk Liverpool dan Selamat Untuk Manchaster City

  Hari ini, tim kesayangan kita kalah. Belum ada piala liga yang diangkat, sedang jarak perebutan gelar sampai akhir hanya terpaut sedikit. Iya, kita kalah di ujung laga, pada perebutan piala Liga.  Kecewa dan marah pasti akan hadir. Harap yang terlalu tinggi ternyata tak sejalan dengan sayap mimpi dan doa yang selalu dipanjatkan. Ketergantungan dengan…