Iphone Jadul dan IOS 14

Kemarin media sosial ramai ada orang yang nge twit tentang produk apple. Dia bilang produk apple itu tai banget. Hanya sebuah kebanggaan semu tanpa arti. Bahwa apa yang dipegang hanya menaikkan strata sosialnya semata. Hmm apakah seperti itu?

Sebagai orang yang megang android sejak lama, dulu saya berfikir seperti itu. Pengalaman saya pegang android hadir lewat Smartphone dari samsung. Namanya Galaxy Spica. Ponsel ini keluar tahun 2009. Dimana pada jaman itu BB juga sudah booming. Saya masih ingat harus kerja kepada ibu saya sendiri untuk mendapatkan HP ini. Alhasil akhirnya hp itu didapat, dan itulah pengalaman saya berkenalan dengan android.

Hp android pertama saya

Open source, bebas costum membuat saya semakin keracunan pakai android. Saya mulai ganti-ganti merk. Dari Samsung, Sony hingga HTC nexus dan akhirnya stay di nexus karena update langsung dari google. Sampai saya ingat handpone android saya terakhir adalah nexus 5.

Bagi saya android seperti taman bermain. Cara rooting, upgdrade firmware, maen ke xda developers adalah kebahagiaan tersendiri. Bahkan saya pernah jadi moderator thread di kaskus untuk Huawei X5. Punya tim untuk menyiapkan konten setiap harinya.

Seiring berjalannya hidup. Saya harus pindah ke Jakarta. Kebetulan temen kantor pakai iphone semua. Dari situlah racun demi racun dimulai. Harga iphone itu memang gila mahalnya, tapi sekarang harga android pun sama. Tapi ada justifikasi yang cukup menarik bagi saya selama pegang Iphone.

Saya beli Iphone tidak pernah baru. Saat itu masih ada iphone second seri 5. Harganya murah, saya jual Nexus saya dan berganti dengan Iphone. Kesan pertama biasa, tidak bisa di custom. Kesan kedua kok gini doang? hmmm sempat kecewa. Belum lagi aplikasinya, kalo dulu di android kita bisa cari APK ilegal. Di Iphone ribet, dan entah kenapa saya juga malas opreknya.

Tak ada angin tak ada hujan. Hobi saya terkait fotografi mulai munjul. Saya butuh gawai untuk menfasilitasi hobi saya. Editing, share data mulai jadi keperluan. Dan tiba-tiba saya merasakan. Gila ya Iphone ini, stabil banget aplikasinya.

Sejak saya memulai hobi fotografi, menurut saya iphone adalah pendukung yang baik. Hal yang paling menjengkelkan adalah saat sharing di PC. Apalagi jika kamu pakai windows, ribetnya luar biasa. Akhirnya saya pun beli laptop. Dan pilihan saya jatuh di Macbook Pro. Laptop apple seri MD 101 keluaran tahun 2012. Saya belinya second dan sampai tahun 2020 laptop masih saya gunakan.

Iphone yang saya pakai sekarang seri SE. Beli second 3 tahun lalu. Dan hebatnya IOS 14 masih dapat di tahun 2020. Jika mengacu pada waktu Iphone SE keluar tahun 2016. 4 Tahun berlalu dan belum kehilangan fungsi. Secara harga, iphone mungkin mahal. Tapi jika dibandingkan dengan durasi pemakaian. Tampaknya iphone lebih berjaya.

Kalian beli Android tahun 2015 mungkin 5 tahun lagi akan terasa lemot. Kalian beli iphone 2015 mungkin 5 tahun lagi masih berfungsi. Itu pengalaman saya. Tidak bisa dipukul rata. Hanya sebuah opini pada pagi.

Semoga sehat selalu

4 thoughts on “Iphone Jadul dan IOS 14

  1. berdasarkan pengalaman, andorid 2 tahun aja udah lemot sih…ini aku masih pake iphone 5s yang lebih jadul dan masih berfungsi baik, paling baterenya aja yg gampang panas kayak netizen

  2. ketika beralih ke iPhone, feelnya juga sama. kesannya biasa aja tapi setelah menggunakannya lama-lama jadi gabisa berpaling. Sampai kepikiran ya kalauupgrade lag mesti iPhone. tinggal macbooknya nih yang belum kesampaian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.