Pagi hari ini di Ibukota (H+21) Karantina

Ruang jalanan menjadi hening. Tak ramai, tapi juga tak sepi. Ada pekerjaan yang memaksaku untuk keluar dari rumah. Bergerak menyusuri jalanan ibukota  yang kabarnya hari ini sudah ramai saja.  Ruteku tak panjang, Pondok Gede –  Pancoran. Tapi beberapa hari ini sering aku lewatkan untuk melihat Jalanan Gatot Subroto, mengamati apa yang tersaji di jalan.

DCIM100MEDIADJI_0097.JPG

Senin 6 April 2020

Ketidak tegasan pemerintah, membuat ruang gerak manusia serba membingungkan. Angka kematian dan korban nampaknya masih menjadi angan yang terasa jauh. Tapi begitulah Negeriku. Kata waspada saja biasanya hanya sekedar angin lalu. Mungkin kabar kematian baru terasa menyesakkan bila itu terjadi di sekitar. Entahlah, banyak faktor juga. Tak semua memiliki tabungan. Jangankan mengelola keuangan, untuk makan saja terasa berat sehari hari.

Ya, jakarta adalah rumah keaneka ragaman, tapi juga tempat berkaca bagaimana busuknya pemerintahan. Mengumpat tak akan usai, tapi bercerita dan menulis adalah bentuk kewarasan hari ini.

 

Sementara itu, di sisi lain kota. Berita seperti ini terdengar nyaring bunyinya

4 thoughts on “Pagi hari ini di Ibukota (H+21) Karantina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.