Luwuk di Hati, Rindunya Setengah Mati

Ada tempat yang saya tidak lahir dari rahim tanahnya. Namun takdir membuat  saya berkali-kali datang ke sana kemudian jatuh hati. Karena sejatinya, Luwuk bagi saya bukan hanya sekedar wilayah, namun dia adalah rumah. Kampung halaman dengan sejuta ceritanya.

DCIM101MEDIADJI_0023.JPG

Salam Hangat Dari Luwuk

Kabar gembira harus dirayakan, dan tempat menarik selalu saja mengundang kisah untuk disajikan. Hari itu, beberapa tahun yang lalu, Luwuk membuat saya sadar bahwa dia adalah permata indah, bersinar terang dalam balutan alamnya yang menawan. Bunga abadi bersama laut dan alamnya yang tersaji. Keping kenikmatan lewat makanannya yang membuatmu ingin selalu kembali.

Luwuk adalah suatu kecamatan sekaligus pusat pemerintahan Banggai. Terletak di Sulawesi Tengah dan berjarak 610km dari kota Palu. Baru-baru ini Luwuk dapat diakses dengan penerbangan directmenuju Jakarta. Berangkatnya pukul 02.00 dini hari dan sampai pada Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir pukul 06.00 WITA pagi. Sungguh sangat menghemat waktu dibanding harus transit di kota Makassar.

Luwuk sendiri mempunyai julukan sebagai kota air. Baik air laut dan air terjunnya pun sangat indah. Tempat ini adalah kesempurnaan. Punya alam dataran tinggi dan hutan yang asri juga laut yang begitu jernih menggoda.

Berikut beberapa hal yang kalian bisa kunjungi saat berada di Luwuk :

Pantai Kilo Lima

DSC04562

Bayangkan bagaimana rasanya menikmati keindahan pantai di pinggir kota. Di Luwuk sendiri tepatnya pada Kilometer Lima tersaji pemandangan yang indah. Lautnya jernih, pasirnya lembut. Bahkan saat pagi penduduk Luwuk banyak berkumpul di laut untuk berendam. Konon katanya berendam di laut saat pagi adalah obat alami yang menyehatkan bagi penderita rematik. Dan orang-orang Luwuk sudah melakukannya di pantai Kilo Lima dan sudah menjadikannya tradisi selama puluhan tahun lamanya.

DSC04587

Pantai Kilo Lima

 

Air Terjun Salodik

Air terjun ini adalah salah satu air terjun di Luwuk yang sangat indah. Airnya alami, kesegarannya jelas abadi. Aksesnya pun sangat mudah. Hanya butuh kurang lebih 30 menit dari Kilo Lima atau pusat kota Luwuk. Walau tidak terlalu tinggi, susunan dari air terjun ini benar-benar sangat menggoda. Dengan pepohonan yang asri berpadu dengan gemricik air terjun yang mengalir. Jelas ini adalah suara ketenangan untuk mententramkan kegelisahan hidup dalam permasalahan ibukota.

DCIM100MEDIADJI_0984.JPG

Salodik

DCIM100MEDIADJI_0982.JPG

DCIM100GOPROGOPR1928.JPG

Salodik

 

Air Terjun Laumarang

Butuh olahraga dan engkau suka wisata jelajah hutan? Datanglah ke air terjun Laumarang. Untuk masuk ke sini memang dibutuhkan tekad dan juga energi yang penuh. Air terjun Laumarang dapat dijangkau kurang lebih 30 menit berjalan dari pintu masuk permata. Hutan yang cukup lebat dan tanah yang masih alami bisa menjadi tantangan untuk menuju ke sini. Pastikanlah engkau memakai sepatu tracking bila menuju kesana, dan jangan datang saat menjelang malam mengingat medannya yang cukup susah untuk disapa.

DCIM100GOPROGOPR1849.JPG

DCIM100GOPROGOPR1849.JPG

 

Bukit Telletubies

Bosan dengan wisata air? Cobalah datang ke Bukit Telletubies Luwuk. Ada dataran tinggi dengan jalan yang indah. Hijau bukitnya benar-benar memanjakan mata. Bila kau beruntung engkau akan melihat elang besar berlalu-lalang. Di sini kita bisa duduk santai menikmati alam sembari bersyukur tinggal di negeri yang indah ini.

DCIM100MEDIADJI_0998.JPG

 

DCIM100MEDIADJI_0994.JPG

 

Kaledo Garuda yang menggoda

Bagiku, perjalanan bukan lagi soal tempat saja. Namun juga kuliner yang wajib dicoba. Di Luwuk, ada satu makanan Kaledo yang benar-benar nikmat. Berasal dari daging lembu dengan racikan bumbu rahasia. Makanan ini jelas merupakan primadona. Saya masih ingat bagaimana kelembutan dagingnya dipadu dengan segarnya kuah yang disajikan. Dan memang ini adalah kesempurnaan

jakarta-1-of-1-5

 

Kadompe

Makanan ini adalah identitas Luwuk. Begitu kawan saja bercerita kepada saya. Ikan Kadompe ini bila di Jawa disebut juga dengan ikan kembung. Tapi entah kenapa pengolahan dari ikan ini sangat sempurna. Sambel Dabu-dabu dengan sayur lilin kesukaan ibu Menteri Susi menjadikan sempurnanya perjalanan saya di Luwuk. Dan harganya pun tak mahal. Ramah di kantong dengan senyum kenikmatan tiada tara.

dsc00063-2-2-1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

13 thoughts on “Luwuk di Hati, Rindunya Setengah Mati

  1. mulai dari mana nih komennya om..
    secara indonesia tengah dan timur itu pasti keindahannya warbyasakkk
    pastinya ikan kembung yang disebut kadompe itu saya suka banget..termasuk sering makan soalnya..
    liat anak anak dipantai ingin rasanya lemparin koin ke dalam air buat dia ngambil hehe
    tapi it cetek ya…

  2. Jadi kayak feel like home ya om.
    Aq pindah ke Banjarmasin hampir dua bulan masih belum berasa kerasan. Selalu mengeluh “Mallnya ga enak 😭😭😭”
    Anak mall dasar 🤣

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.