Petasan Idulfitri

Setiap orang merayakan, setiap manusia berjabat tangan. Namun yang diharapkan adalah bukan sekedar basa-basi tapi juga maaf memaafkan yang tulus dari dalam hati.

Processed with VSCO with e5 preset

Nyalakan

Di desa, di kota menyimpan tradisi. Adat berbeda karena negeri ini kaya. Maka lebih bijaknya kita saling menghargai, merangkul dalam harmoni.

Dulu sewaktu kecil wajahku pernah terkena petasan. Sampai mataku harus ditutup satu karena ada serpihan masuk dalam mata. Telingaku membekas luka seumur hidup. Beruntung, aku masih bisa melihat, mendengar pun tak kurang.

Di negeri dengan sejuta adat. Aku melihat suatu desa yang menyediakan petasan bukan hanya 1-2. Tapi 3 kardus dengan riuh suara yang memekakkan telinga. Petasan bukan milik anak muda semata, tapi juga yang tua. Merayakan tradisi, memekakkan telinga.

DSC00196

DSC00231

DSC00342

DSC00344

DSC00285

 

 

Begitulah kehidupan. Dua sisi yang bersebrangan. Suara ledakan mungkin akan membuat kaget bayi, orang tua atau mungkin aku sendiri. Tapi saat semua warga desa tak ada protes maka aku mencoba memberanikan diri. Mengambil sedikit gambar untuk sekedar menghapus luka jaman dulu dan dirubah menjadi karya.

Mohon maaf lahir batin

Advertisements

4 thoughts on “Petasan Idulfitri

  1. mohon maap lahir batos mas rasta hehe, wah wah sumpah kalau inget foto foto kertas bertebaran petasan ini jadi inget dulu waktu kecil saat di Kendal, habis sholat ied dan khutbah masjid langsung dor dor kek gini di deket rumah simbah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s