Cerita Rasa Untuk Mantao Balikpapan

Perjalanan bagi saya bukanlah tentang sebuah tempat semata, atau ajang pencarian foto indah, dengan destinasi foto diri yang menyenangkan.

Perjalanan bagi saya juga soal rasa. Bagaimana sebuah makanan mampu menggugah cerita. Menciptakan getar bahagia saat setiap suapan masuk kedalam mulut. Lalu rasa itu terkenang bukan hanya di lidah semata namun mampu untuk dibagikan, sebagai tabungan digital menuju hari tua.

LRG_DSC02966

Salam Mantao

Mengenal Balikpapan adalah sebuah kota tempat salah satu bisnis minyak bergerak sangat cepat. Barangkali dulu, mungkin masa lalu. Karena harga minyak yang sempat turun membuat kota ini menjadi lesu. Tidak bergairah, sampai akhirnya harga minyak dan gas mulai merangkak naik lagi. Geliat nafas kota kembali bersemangat dengan beberapa proyek pemerintah yang mulai berjalan.

Menuju Balikpapan berkali-kali, saya belum menemukan tempat indah yang menyenangkan untuk diceritakan. Dulu pernah satu kali bermain ke stadion kebesaran Persiba yang desainnya mirip Emirates Arsenal, atau menyusuri pantainya. Namun entah kenapa tidak ada hasrat untuk menulis cerita. Justru yang selalu membuat kesan selalu makanannya. Bukan kepiting, namun Mantao. Sebuah makanan dari Depot Simpang Empat dengan kualitas rasa yang mungkin menarik untuk disimak.

Screen Shot 2019-03-29 at 19.45.26

Stadion Kebesaran Balikpapan

 

Mantao, iya, aku jatuh cinta dengan makanan Mantou Balikpapan.

Roti Mantao sendiri sebenarnya berasal dari China. Konon katanya roti ini disebut dengan roti kepala Barbar. Dimana barbar selalu menggunakan kepala manusia untuk dipotong, dikorbankan dan dilempar ke sungai. Sebagai persembahan roh dewa sungai agar para tentara bisa melaju ke sungai dengan aman.

….

Pada suat masa, Perdana Menteri Zhuge Liang melanjutkan pertempuran untuk menekan barbar Selatan dan menang. Dalam perjalanan kembali, ia dan pasukannya harus menyeberangi Sungai Lu, dengan gelombang badai besar.  

Seorang barbar tuan memberitahunya, di zaman dahulu, orang barbar akan mengorbankan 50 pria dan melemparkan kepala mereka ke sungai untuk menenangkan roh sungai dan memungkinkan mereka untuk menyeberangi sungai. Tetapi Zhuge Liang, bagaimanapun tidak ingin menimbulkan pertumpahan darah, dan membunuh orang yang tidak bersalah.

 Jadi dia memerintahkan pasukannya untuk membunuh beberapa hewan dan menaruh daging sapi dan domba ke dalam adonan tepung menjadi roti berbentuk kasar bulat dengan dasar datar seperti kepala manusia dan mengukusnya, lalu melemparkannya ke sungai sebagai kepala palsu dan cara ini berhasil.

Oleh karena roti yang dibuat adalah kepala tiruan untuk menipu Dewa sungai, maka roti itu mendapat nama Kepala Tiruan. Yang lain mengatakan mereka mewakili kepala barbar, sehingga mereka disebut Kepala Barbar ( Mantou / 蛮头), yang berkembang sampai hari ini.(source : Infoberitakabardunia)

LRG_DSC02945

Mantao Balikpapan dengan Lada Hitam

Andalan saya untuk Mantao favorit adalah Depot Simpang Empat, tempat segala rasa itu hadir. Rasanya mantaonya begitu lembut, dicampur daging lada hitam yang menggoda. Jika ada kata yang pantas untuk ditulis disana adalah ingin kembali merasakannya.

 

LRG_DSC02963

Salam dari roti Mantao

LRG_DSC02922

lokasi : Baru Ilir, West Balikpapan, Balikpapan City, East Kalimantan 76123

Advertisements

7 thoughts on “Cerita Rasa Untuk Mantao Balikpapan

  1. waaaah… emanglaah,.. makanan cita ini selalu ada cerita dan mereka bisa menipu dewa..macam manalah mereka nggak bisa menipu amerika? 😀

  2. Roti yg benar2 spesial sepertinya, dengan asal usul menipu dewa utk menyelamatkan manusia, dan dimakan bersama teman khusus seperjalanan 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s