Sepenggal kisah perjalanan menuju Gigi Hiu Lampung

Kita adalah temu yang dipersatukan dalam tawa. Melengkapi kegilaan bersama. Walau akhirnya kesibukan masing-masing hanya bisa dirangkai dalam cerita. Satu Bulan sekali atau satu tahun sekali bersua. Barangkali..

 

DJI_0041

Gigi Hiu Project

Sejak Almarhum Cumi Lebay pulang. Intensitas pertemuan kita kini semakin jarang. Bagaimana tidak, para pejabat BUMN nomor wahid ini selalu dibutuhkan dalam mengambil keputusan penting tentang negeri ini. Kalo tidak, bukan hanya devisa negara yang celaka. Namun rakyat jelata semakin melata tak berdaya.

IMG_0706

Suatu kehormatan bisa ber foto dengan sesepuh Males mandi, Safitri, Chocky sihombing dan Fajrin

Mari kirim doa bahagia untuk para pejabat diatas. Agar selalu sehat sentosa.

 

Lampung dan Cerita

Suatu hal yang indah dalam kehidupan adalah mampu memenuhi undangan. Suatu yang sempurna setelah datang kita diberi kesan. Pulang membawa harapan.

Begitulah hidup, setelah hampir 1 tahun sebelum hari itu kita mengosongkan jadwal. Akhirnya perjalanan reuni undangan dari dinas Wisata Lampung melalui bapak Fajri pun terlaksana. Reuni digital, menolak tua dengan cara-cara bersahaja

DJI_0061

Lampung dan Jakarta sangat dekat. Dengan pesawat kita hanya merapat sesaat. Kurang lebih 50 menit perjalanan ditambah turun menuju pintu keluar bandara sungguh suatu gaya sultan yang rupawan. Ibarat waktu adalah uang, dan umur yang terus menua. Maka lelah tidak boleh menjadi pilihan. Kita hanya duduk. Tertawa kemudian bersenang-senang. Bahkan untuk melihat senja saja tak rela karena takut maag menyerang tiba-tiba.

Gigi hiu dari lampung sejatinya tak terlalu jauh. Jika dihitung estimasi waktu maka hanya 2 jam perjalanan yang dibutuhkan. Itu jika tanpa makan dan pantat pegal. Padahal asal handai taulan tahu. Kita hanya duduk manis dengan guide super handal fajrin tampan tak terlawan. Tidur, bangun, makan cemilan. Sampai ambil foto sebentar lalu pulang. Efisiensi adalah kunci. Itu pesan yang saya simpan sampai sekarang.

Screen Shot 2019-01-03 at 11.08.58 PM

Menggunakan Sony Mirorless

 

Screen Shot 2019-01-03 at 11.09.13 PM

Menggunakan Iphone SE

Saya tak akan bercerita lokasi. Karena Gigi hiu sudah familiar. Tapi saya akan bercerita lewat gambar dan rangkaian kata. Kuharap engkau menikmatinya.

DJI_0045

Sudut gigi Hiu

Seperti getaran rasa, ombak gigi hiu menari menjajaki hati yang tak kebal akan luka. Karang tinggi menjulang tak beraturan. Itulah kenapa beberapa orang bilang karang disana mirip gigi hiu. Tak rata, namun tajam dan mematikan. Begitu tenang namun sekali marah barangkali hanya meninggalkan bangkai yang sulit ditemukan.

View this post on Instagram

Sebelum engkau melihat. Sempatkanlah mendengar dengan headset, atau keraskan volume video. . . Barangkali pesan kematian ini sampai di telinga kalian. Karena sejatinya tak ada keinginan yang harus semua terpenuhi di dunia ini. . . —————- —————- Aku mencium bau kematian. Dengan warna putih kain kafan yang menutupi wajahmu. . . Dulu kau pernah berkata bahwa rindu itu harus berbalas. . . Tetapi dalam jasadmu yang diam,engkau tak pernah menjawab rinduku yang selalu bertepuk sebelah tangan. ————— ————— Voice over : @kitfrique007 Footage : @bukanrastaman . . #instanusantara #folkindonesia #camera_indonesia #neodronegraphy #livemoresociety #jakartacityscape #fotografi #seasiaig #folkindonesia #indonesia_photography @fiersabesari @deelestari

A post shared by Not Lost Just undiscovered (@bukanrastaman) on

Ombak disini pun tak ramah. Nampak ganas dan mengerikan. Seperti amukan parade tarian luka. Siap mengoyak hati yang berbahagia. Lengah sedikit, hampa akan memenuhi ruang jiwamu dan kamu akan kesulitan bernafas menggapai keabadian tanpa adanya tawa.

DJI_0042

Saya duduk agak lama diatas karang. Menikmati bagaimana ganasnya laut. Debur ombak seperti suara perang. Gejolak demi gejolak menandakan kita ini manusia kecil, bodoh dan tak berarti. lalu kenapa engaku menyombongkan diri?

DJI_0071

Sebuah cerita menarik untuk Lampung dengan pantai gigi hiunya.

Salam dari kami, cerita yang akhirnya tertulis dan mencari kata terima kasih

Advertisements

6 thoughts on “Sepenggal kisah perjalanan menuju Gigi Hiu Lampung

  1. Bahkan untuk melihat senja saja tak rela karena takut maag menyerang tiba-tiba. Sek tak ngakak disik x))))

    kok ga cerita pindang ikan simba sama lele sambel bu gendut yang juara itu juga sihh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s