Menimba Energi di Asian Para Games 2018

Kawan, bagaimana kabarmu? Bolehkah aku bercerita tentang mereka?

 

DSC00972

Asian Para Games 2018

Sore itu senja tampak tak ramah. Namun ajakan dari sahabat untuk mengisi energi sayang untuk dilewatkan. Aku ingin datang memberi semangat untuk atlit Asian Para Games, tapi kata sahabatku yang terjadi malah sebaliknya.

“Kita menonton Asian Para Games untuk memberi semangat, tapi ternyata malah pulang membawa semangat mereka!”

DSC00958

Mereka adalah Juara

Benar kawan, aku menitikkan air mata melihat mereka. Berjuang untuk negara masing-masing. Tanpa harus mendapatkan medali mereka sebenarnya telah menjadi juara. Berani bertarung dengan kekurangan mereka untuk hati yang lebih besar.

DSC01033

Semangat 

 

Kawan, apakah engkau sesekali pernah membayangkan terlahir dengan fisik tak sempurna? Atau berjalan dengan alat bantu. Tak mampu melihat dunia namun masih ingin berlari. Lihatlah di gelanggang atletik: ada pelari yang tak bisa melihat, lalu ada guide menemani mereka. Para atlit yang terus berlari dalam kegelapan. Untuk hati yang terang dan perjuangan sebagai manusia.

DSC01075

Pelari India setelah finish, pingsan karena kelelahan. Blind Atletik, walau tak mampu melihat dengan guide mereka terus berlari

DSC01083

DSC01183

 

DSC01158

Syuci meraih emas untuk Indonesia

 

DSC01271

 

Asian Para Games tinggal beberapa hari lagi. Mari ramaikan, datang dan melihat ke dalam diri, sudah sampai manakah besarnya syukur di hati.

Notes cara menonton Asian Para Games:

– Masuk dari pintu 5, scan tiket (bagi yang membeli tiket secara online, cukup menunjukkan tiketnya dari layar ponsel Anda)

– Lalu di dalam cari shuttle Transjakarta menuju pintu masuk gelanggang olahraga yang dituju. Terdapat fasilitas Transjakatta untuk mengantar ke berbagi tempat. Manfaatkanlah.

-Jadwal pertandingan dapat dilihat di website: gms.asianparagames2018.id

Selamat menimba energi!

Advertisements

9 thoughts on “Menimba Energi di Asian Para Games 2018

  1. Aku nggak pernah membayangkan bagaimana terlahir tak bisa melihat, dalam gelap aja kadang sudah merasa takut. Lain hal ketika tak bisa bicara, ketika ingin mengungkapkan rasa tapi apa daya tak ada kuasa. Atau tuli, aku tak bisa mendengar bagaimana huruf A diucapkan, bahkan aku tak bisa mendengar suaraku sendiri. Itu menyeramkan.
    Aku setuju, Mas. Bahwa mereka tanpa medali tetaplah seorang juara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s