Menatap kemegahan Merapi dari Kaliadem

Lihatlah Merapi yang selalu tampak perkasa. Menceritakan kisah kepada manusia, bahwa betapa agungNya sang Pencipta.

Udara pagi kala itu benar-benar menusuk tulang. Kami berkendara menuju desa Kinah Rejo, sebelum mobil volcano membawa kami ke Kali adem. Titik pertama untuk melihat Merapi lebih dekat. Menikmati matahari pagi yang menyinari indahnya Gunung legendaris di tanah Jawa.

 

_DSC0267-2

Merapi dengan perbandingan manusia. Sudah begitu dekatkah kita?

Sejak erupsi Merapi pada tahun 2010. Lava tour sekarang cukup populer, bahkan berdasar informasi dari driver jeep kami. Sekarang ada lebih 400 mobil volcano tour yang beroperasi disana. Hal ini juga didasari bagaimana banyaknya jumlah peminat yang ingin menikmati Merapi tanpa harus lelah mendaki.

Paket tour Merapi sebenarnya dibagi menjadi bermacam macam. Ada yang paket pendek, medium, panjang dan sunrise. Saat itu saya mengambil rute paket Sunrise Lava tour. Dimana rute yang saya lewati adalah Base camp Kaliurang – Kaliadem – Batu Alien – Museum sisa Hartaku dan basah basahan di kali kuning. Dimana waktu yang dibutuhkan untuk melewati tahap tersebut kurang lebih selama dua jam.

Menuju Kali Adem

Jalanan menuju Kali adem cukup terjal dengan udara dingin yang menusuk tulang. Dimana suara mesin mobil berpacu dengan degup jantung karena bayangan gelap dan penampakan yang khawatirnya muncul di semak-semak. Untung saja, selama hampir 30 menit menuju kali adem aman-aman saja. Langit yang semula gelap perlahan tampak merona merah,  penampakan merapi yang terkena sinar matahari pagi tampak begitu angkuh dan Indah. Saya terpukau, Merapi begitu istimewa. Seakan semesta mengijinkan kami untuk mengerti bahwa kebesaranNya memang tiada berbatas.

Disini terdapat bunker yang legendaris. Mereka menyebutnya bunker kali adem. Sebuah saksi bisu keganasan Merapi. Konon dua orang pernah tewas didalam bunker. Saat merapi sedang meletus. Diceritakan bunker ini sebenarnya adalah tempat berlindung manusia saat Merapi sedang bergejolak, sayangnya bunker ini gagal melindungi saat awan panas menyapa. Hingga gugurlah dua kawan kita disana.

 

DJI_0164-Edit-Edit-Edit

Salam Dari Merapi

_DSC0261-Edit

Setiap manusia akan selalu mempunyai cerita. Tinggal bagaimana dia menceritaknnya

_DSC0277

Butuh ganti background media sosial. Kesini saja

 

Museum Harta, Batu Alien dan kali kuning

Selepas menikmati matahari terbit dengan pemandangan Merapi, kami dibawa ke sebuah batu besar dengan julukan alien. Senyatanya saya tidak bisa mencerna kenapa dibentuk alien. Hanya batu biasa sebenarnya, dengan wajah yang mirip manusia. Saya pun tidak mengeluarkan kamera disini. Hanya lebih menikmati alam, menghirup udara pagi yang sangat jarang ditemui saat tinggal di Ibukota.

Berpindah dari Batu Alien, saya dibawa ke museum sisa hartaku. Sebuah museum yang membawa ingatan kita 7 tahun lalu. Tepat 5 November 2010, dimana segala yang ada hancur dilahap awan panas merapi. Sapi, televisi, gelas dan segala kenangan tentang merapi melemparkan kita dalam sebuah bayangan. Kita ini benar-benar tanpa arti jika melawan alam, kita yang lemah, kecil benar-benar tunduk dengan kebesaran sang pencipta. Sebuah pesan, bahwa tidak ada yang abadi dalam dunia ini. Dan Merapi menujukkan itu kepada kami.

_DSC0308

Saksi Bisu

_DSC0289

Gambar berkata

_DSC0294

Sisa peninggalan

 

Tour terakhir sebelum kita dibawa kembali ke titik pertemuan adalah melewati kali kuning. Saran saya bawa baju ganti, Karena disini kita akan basah-basahan sembari menyusuri sungai dengan mobil volcano tour yang gahar. Karena saya lebih mementingkan kamera. Saya pun hanya mendekap tas saya dengan erat. Khawatir air akan membasahi isi dari kamera.

Btw, Merapi adalah keindahan dan kita manusia sepatutnya paham apa posisi kita di semesta ini. Mari menjaga alam

 

 

 

 

Advertisements

12 thoughts on “Menatap kemegahan Merapi dari Kaliadem

  1. Dulu pernah sih vulcano tour, tapi gak pake jeep, pake motor, ahaha alhasil cukup kerepotan milih jalan yang cocok. Wkwkw

    Semenjak dolanan layangan, jarang nggowo eksenkem yo Mas? Opo malah wes didol nggo tumbas layangan?

  2. Aku bulan lalu sempat sepedaan ke Klangon, dekat lereng Merapi. Pengennya motret merap dari dekat. Tapi sampai sana kabut sudah menutupi puncak, jadi bersyukur aja bisa sepedaan sampai atas hahahaha. Lokasinya jauh di atas tempat mbah Marijan 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s