Surabaya, Kita dan Sunrise

Bersama matahari yang masih merah muncul dari lautan. Aku pernah menyatakan cinta. Kepada kekasihku yang sekarang telah menjadi ibu dari anakku.

Kepada Surabaya dan kenangan tulisan ini kupersembahkan..

IMG_3964

Saya dan istri 7 Tahun lalu

Hallo surabaya, bagaimana kabarmu? Rindu aku jika mengenang namamu. Panasmu yang membuat kepala hampir pusing saat siang, kasar namun terkadang membuat syahdu ucapan khas kata masyarakat sekitarmu.

Jancukmu yang selalu diperdebatkan, tentang penggunaa kata “0” atau “U” padahal U lebih hebat karena akan menjadi (JANCUK) Jadilah anak cerdas ulet dan kreatif. Atau tentang  makanan khasmu? Tahu Tek, Lontong kupang, Sate kelopo yang membuatku ingin kembali dan terus kembali ke sana.

Surabaya, apakah kamu baik-baik saja? Aku melihat sendiri kotamu sudah bersih sekarang. Walikota dan masyarakat tampak bersinergi. Menjadikan kota ini impian. Kota paling nyaman untuk ditinggali bagi sebagian orang.

Dear Surabaya, Kemarin aku berkunjung ke pantai Ria Kenjeran. Tempat aku dulu memadu kasih tanpa harus mesum. Stigma Kenjeran yang negatif harusnya bisa berubah. Jika melihat apa yang ditawarkan disana. Keindahan!!

FullSizeRender (5)

Sunrise Pagi Surabaya Pantai Ria Kenjeran

Surabaya,  jika engkau ingin aku bercerita bagaimanakah sunrise di pantai Ria Kenjeran,  maka cukup aku ingin menyebutnya dengan satu kata saja.

“kesempurnaan”.

Kesempurnaan kuasa Tuhan, untuk menempatkan Kawasan ini sebagai kenangan indah dalam hidup kami. Lalu lalang kapal, bau ikan, dan udara pantai. Memadu harmoni dengan sebuah keselarasan. Disana, pasirnya tidaklah putih, air lautnya pun tidak jernih. Tapi mataharinya, yang perlahan muncul dari batas laut. Sedikit demi sedikit, sampai berubah menjadi seperti telur ceplok setengah matang dengan bulatan merah indah tiada tara.

Dulu, Selepas subuh, sepeda motor kami sudah menuju pantai Ria kenjeran. Angin pantai kala pagi itu menyenangkan. Dia membawa bau laut dari samudra. Aku mencoba menerka. Barangkali disana terkandung nyanyian putri duyung. Yang bercampur dengan angin,  lalu menerpa dua wajah manusia yang sedang kasmaran. Betahlah kami duduk di tepian laut. Walau mentari sudah sudah satu tombak tingginya.

FullSizeRender (4)

Matahari Pagi

IMG_3963

Spot Foto sunrise Favorit sekarang tertutup Jalan Baru

Surabaya, Beberapa hari lalu setelah hampir 2 tahun saya tidak berkunjung ke kotamu ada banyak perubahan di Pantai ria kenjeran. Spot favorit sunrise kini tertutup dengan jalan alternatif. Tidak masalah sebenarnya, karena setiap keputusan yang diambil demi mensejahterakan masyarakat harusnya adalah kemuliaan. Toh di sisi bebatuan masih bisa menikmati sunrise sembari melihat aktifitas pagi para nelayan. Sekarang jalan baru itu tampaknya sudah menjadi favorit. Pagi-pagi beberapa warga berjalan disana, Ibu yang sedang hamil, pasangan dan tentu saja muda-mudinya. Saya semakin kangen  kembali kesana.

Processed with VSCO with c5 preset

Jalan Baru itu

Sudah-sudah, saya rasa cukup sampai disini cerita saya Surabaya. Karena jika tidak berhenti matahari siang akan memanggang kulit kami. Kami akan kembali lagi untuk bercerita. Tapi nanti…

Terima kasih untuk keramahanmu…

 

Advertisements

19 thoughts on “Surabaya, Kita dan Sunrise

  1. Saya pernah ke Surabaya tapi cuma karena mau naek kereta dari Pasar Turi setelah dari Gunung Semeru. Semoga kapan-kapan bisa benar-benar liburan di sana. Foto-fotonya bagus =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s