Sebuah Cerita Di Hotel Melia Nusa Dua Bali

Saya terkadang bingung melihat bagaimana manusia mendefinisikan tempat yang nyaman untuk menginap. Hotel mewah, punya pantai di belakangnya yang indah, kemudian kolam renang yang asik, sampai sarapannya yang nikmat, mungkin adalah salah satu definisi kenyamanan itu sendiri. Walau senyatanya setiap orang punya nyaman dalam versinya masing-masing.

DCIM101GOPROGOPR4604.JPG Processed with VSCO with k3 preset

Welcome to Melia Nusa Dua Bali. Lihatlah bagaiaman bangunan tidak lebih tinggi dari Pohon Kelapa

Suara gong dan tarian bali menyambut kami malam itu. Syahdu, Bali selalu memukau pada setiap sudutnya. Dan jika ada yang bertanya apa yang membuatku terpukau tentang Bali, tentu dengan mudah aku menjawabnya.

Saya selalu terpukau dengan cara mereka menghargai budaya. Tidak membuat bangunan lebih tinggi dari pohon kelapa. Bersinergi dengan alam tanpa merusaknya. Bahkan mungkin hanya Bali yang mampu membuat bandara  tidak beroperasi pada saat Hari Raya Nyepi. Mencintai alam, sama seperti mencintai dirinya sendiri.

Kebetulan Beberapa minggu lalu saya dapat kesempatan mencoba menginap di Melia Nusa Dua Bali. Dan berikut sedikit saya ingin bercerita tentangnya :

 Kamar Hotel

Luas, itu adalah kesan pertama saya saat memasuki kamar di Melia Nusa Dua Bali. Setiap sudutnya menjelaskan banyak hal. Bahwa jejak kemewahan juga tertanam disana. Walau kasur tidak terlalu nyaman bagi saya. Tetapi semua itu seakan sirna dengan interior dan fasilitas lengkap kamar tersebut. Beberapa meja kursi, kaca besar bahkan lobi kamar merupakan pelengkap pada kamar yang saya tinggali. Lebih penting lagi. Suasana hening dan tenang, membuat istirahat kita menjadi semakin nyaman.

Kamar Hotelnya dengan lantai kayu

Mengintip kenyamanan tinggal

Kamar Mandi

 Hotel besar dan dengan harga Pertamax plus (karena premium murah) biasanya selalu menawarkan kamar mandi yang istimewa. Dan itu dijawab oleh Hotel Melia Nusa Dua Bali. Kamar mandi yang luasnya hampir sama dengan apartemen studio Jakarta seharga ratusan juta ini sangat menyenangkan. Apalagi saat kita bisa berendam di bathup dengan air hangat sembari mendengarkan lagu kesukaan.

Satu jam berlalu, dua jam berlalu dan semuanya itu sungguh tampak menyenangkan. Mengembalikan memori kecil saya setiap akhir pekan saat bapak dan ibu mengajak Staycation menyenangkan di hotel pada akhir pekan. Dan tentu saja, mandi dengan Bathup menjadi tujuan saya kala itu.

Baru masuk hotel langsung foto, maklum kalo udah mandi langsung berantakan

 Fasilitas Kolam Renang,Taman Hotel dan Pantai.

Menginap di Melia Nusa Dua itu paket lengkap kebahagiaan. Kamu dapat berenang menggunakan  air tawar, Bermain di Laut, lalu nongkrong manja, sampai hanya malas-malasan dan ingin bernafas saja. Ditambah pemandangan yang aduhai indahnya. Bagaimana tidak, karena semua itu bisa dicapai tinggal melangkahkan kaki dari kamar kita saja.

Salah satu permainan di Sudut Melia

31177

Waktu itu saya menghabiskan waktu dengan bermain selancar ala-ala, kemudian berendam di kolam air renang air tawar. Hingga akhirnya kembali ke kamar dan bersih-bersih.

Makanan

Bagi saya, tidak ada yang istimewa dari makanan yang dihidangkan disini. Karena mungkin banyak orang luar dan saya tidak memakan babi, maka pilihan saya pun terbatas. Hanya mengambil nasi, ayam, sosis dan telur saja.

DSC02543

Cuma makan ini 😦

DSC02541

Oiya di Kawasan Nusa Dua sendiri terdapat juga wisata yang cukup unik. Yaitu water Blow, perpaduan unik antara hempasan ombak dan moment golden hour yang patut untuk dicoba. Kalian bisa mampir dan ceritanya disini [Water Blow Bali]

wpid-dsc9527_2-picsay

Water Blow

Penasaran dengan Melia Nusa Dua, Langsung aja mampir di web resminya :

Hotel : https://www.melia.com/en/hotels/indonesia/bali/melia-bali-the-garden-villas/index.html

Advertisements

29 thoughts on “Sebuah Cerita Di Hotel Melia Nusa Dua Bali

  1. Konsep hotel yang tidak menjulang tinggi bangunannya, menyatu dengan alam menjadi nilai tambahan tersendiri.
    Para pemilik hotel di Bali, khususnya tempat seperti ini paham konsep. Semacam resort yang indah. Itu Water Blow-nya mengingatkan foto-foto pantai Klayar versi mini 😀

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Wahyu…

    Benar, nyaman itu mengikut tahap kesukaan kita. Kalau saya, masuk bilik hotel pertama yang akan saya pasti dulu adalah blik mandinya, bersih atau tidak. Kelengkapannya bagus atau rosak. kerana ini memastikan kenyamanan dan keselesaan keperluan badan kita. Hotel di Bali ternyata amat alami dan melestarikan alam sekitar.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

  3. Blogger banget ya, sebelum ngerasain fasilitas hotel, foto-foto dulu hihihi.

    Papan catur itu mengingatkan aku pada salah satu hotel di Kerala. Ukurannya lebih besar, di tengah hutan gitu. Ah kangen!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s