Kidung Keindahan Di Air Terjun Mlaten Ponorogo

Saya lebih senang menyebutnya sebagai Negeri sejuta air terjun. Negeri yang kurindu, hingga akhirnya dalam hati dan ucapan ingin berkata betapa bersyukurnya berada di sini, tanah airku Indonesia. Tanah tumpah darah, sampai akhir hayatku tiba.

gining-rowo-1-of-1

Aku milikMu

Matahari terasa begitu terik siang itu. Musim hujan masih terasa jauh, sedangkan dahaga masih menggelayut. Saya berjalan tertatih, kurang tidur setelah tadarus di bulan puasa cukup menguras tenaga. Tetapi alam selalu menawarkan kerinduan, dan saya ingin selalu menyambutnya, dengan hati berbahagia tentunya.

Air terjun Mlaten Terletak di Ponorogo tepatnya Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Ponorogo.  Curug Mlaten masih sedikit menyimpan ketenarannya. Tidak banyak papan penunjuk jalan menuju Curug Mlaten, namun ramahnya warga Ponorogo akan membantu kita menemukannya. Jadi jangan malu bertanya.  Siapkan senyum terbaikmu dan mereka akan membalas dengan sifat ramah khas orang Indonesia.

gining-rowo-1-of-1-4

Kalau bukan kita yang menemukan tempat indah Nusantara. Lalu siapa??

Tempat Curug Mlaten masih sangat alami, trackingnya pun lumayan panjang dengan menyusuri ladang dan beberapa tanjakan.  Riuh keramaian pun tidak terdengar disini. Begitu asri, damai dan nyaman.

Bagi beberapa warga, air terjun Mlaten mempunyai sebutan lain. Yaitu air terjun kokok atau Sendang Sawoo. Karena tidak adanya warga di sekitar, saya belum tahu asal usul kenapa disebut seperti itu. Bahkan di dunia maya pencarian sejarah air terjun ini juga sangat minim. Sungguh benar-benar menarik untuk digali.

“Masih kuat mas?” saya bertanya kepada mas Kunjung saat itu. Beliau adalah orang Ponorogo asli. Orang yang mempunyai rental mobil paling oke dan mau kuajak blusukan ke Mlaten. “Santai mas, aku sudah biasa badminton. Jadi gak masalah.” Dengan riang beliau menjawab. Dan saya tersenyum menimpalinya. Bukan apa-apa, terik marahari di bulan puasa sungguh berbeda. Kalau bukan orang yang sedang rindu suara gemricik air terjun, tentu mana ada yang mau siang-siang kelayapan. Tracking apalagi. Buang waktu !!

dsc05288

Lihat batu besar diatas, kita menuju kesana. Menuruni tanjakan yang lumayan menguras tenaga

Hampir 40 menit berlalu, pemandangan batuan besar di sebelah kiri jalan dan tanaman tebu sebelah kanan jalan jadi hiburan tersendiri. Tetapi entah kenapa selama perjalanan justru yang saya pikirkan adalah bagaimana pulangnya nanti. Karena jalan mudah dengan kontur relatif menurun saat berangkat akan berlawanan saat pulang. Tanjakan lebih tepatnya. Sungguh, akan menyiksa barangkali.

dsc05289

Cukup menguras tenaga

Aliran Air Terjun Mlaten tidak mengalir begitu deras, tingginya pun saya rasa tidak lebih dari 30 meter.  Kemarau tampaknya masih ingin menunjukkan keperkasaannya. Aliran sungai pun mengalir dengan tenang. Batuan besar yang saya terka berumur ratusan tahun  menjadi penghias air terjun tersebut. Sungguh unik, jarangnya pohon rindang dengan air yang segar adalah sensasi tersendiri. Seakan saat panas mulai membakar tubuhmu, maka air  segar adalah penawarnya

gining-rowo-1-of-1-3

Ada Gua disebalah kiri air terjuan.

Saya melamun membayangkan bahwa jalur sungai air terjun Mlaten adalah bekas aliran lava sebuah letusan gunung berapi. Entahlah aku tidak yakin dengan nama Gunungnya, Barangkali Wilis, atau bisa saja Lawu bahkan mungkin saja tidak keduanya. Tetapi melihat batuan-batuan besar di sekitar sungai itu menjadi dasar pemikiran saya. Bagimana letusannya dahulu begitu dasyhat menciptakan kengerian sekaligus keindahan.

 Tidak banyak yang bisa kulakukan disini saat cuaca kemarau dan kondisi puasa yang sedang saya jalani. Tetapi hanya duduk di bawah batu besar yang teduh, saya sudah sangat berbahagia. Mengenal alam. Bersujud kepada sang pencipta dan mengabadikan kenangan tentang air terjun mlaten yang semoga tetap terjaga.

Terima kasih Air Terjun Mlaten, semoga kebersihan dan keindahanmu selalu mempesona.

gining-rowo-1-of-1-5

Thanks  Mas Kunjung, yang sudah mengatar sebagai guide dan bantuin bawa Tripod. Kamuh kece

dsc05335

Airnya Tenang, lumayan buat berendam kaki

Noted : Bagi kawan yang ingin berkunjung ke Mlaten dan butuh mobil carteran silahkan hubungi mas Kunjung 081234442724

Advertisements

19 thoughts on “Kidung Keindahan Di Air Terjun Mlaten Ponorogo

  1. Kalau musim hujan kayaknya debitnya lumayan deras ya Mas. Tebing di pinggir-pinggirnya itu bagus, memang kekuatan alam ya pasti membuat semua jadi indah. Terima kasih infonya Mas, kalau saya ada kunjungan ke Kabupaten Ponorogo akan saya sempatkan tandang ke air mancur ini, lumayan buat ngaso, apalagi kalau airnya jernih, hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s