HANDS-ON DJI OSMO, Benarkah cocok untuk para travellers?

Video kini telah sangat berkembang di Indonesia, konon di tahun 2018 nanti 68% trafik internet akan berbentuk video. Bahkan tahun kemarin banyak sekali kamera action bermunculan, sebut saja gopro, xiaomi sampai SJ CAM, semua mempunyai fungsi dan peranan  masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Saya mencintai teknologi, menyukai inovasi dan tak pernah takut untuk mencoba. Untuk itulah saat ada kesempatan untuk hands-on DJI OSMO selama beberapa hari saya pun langsung menyetujuinya dengan wajah sumringah.

_DSC8032

DJI OSMO Locked mode

APAKAH DJI OSMO ITU?

Bagi pecandu Drone tentu tidak asing dengan nama tersebut, bahkan teman-teman di forum bilang bahwa drone DJI Phantom yang sudah include kamera merupakan tripod terbang, karena terkenal dengan kestabilan gambarnya dalam membuat video. Dan saya pun mengiyakannya, melihat bagaimana hasil karya video DJI Phantom baik di youtube atau milik teman-teman sendiri yang begitu luar biasa.

Osmo sendiri adalah inovasi DJI untuk produk baru mereka. Handheld stabilizer, yang sudah include kamera didalamnya. Istilah awamnya perekam video yang stabil, dan mungkin tidak dianjurkan bila digunakan hanya untuk selfie.

IMG_5458

Detail DJI Osmo ( Sumber : Plaza Kamera )

BENTUK DAN DESAIN  DJI OSMO

Secara umum DJI OSMO masih nyaman untuk digenggam, dengan bentuk yang sangat kokoh dengan tambahan locked gimbalnya yang menurut saya cukup keren. Dan tidak ada kesan ringkih sama sekali didalamnya. Selain itu holder untuk smartphone juga sangat nyaman dan aman. Kebetulan saya mengunakkan tipe iphone 5 untuk mengoperasikan alat ini. Layar iphone menjadi dispaly untuk pengambilan video yang akan kita lakukan.

_DSC8043

Unlock Mode, dimana trigger di depan jika ditekan 2x akan recentering  ( berada di tengah menghadap depan ).  tekan 3x kamera berubah menjadi selfie mode

_DSC8037

Terkoneksi dengan smartphone

_DSC8044

Detail yang kokoh

Hasil KAMERA DJI OSMO DAN BAGAIMANA KEMAMPUAN GIMBALNYA

OSMO sendiri sudah membekali kameranya dengan sensor buatan Sony, lensa wide yang setara lensa 35mm, dan f 2.8: ukuran foto 12MP, dan video (4k/4096×2160 pixels). Cukup mumpuni digunakan, baik untuk travel video sampai wedding video juga. Untuk pengaturannya pun dibagi 3 kategori. Auto, S, dan M. Untuk auto entah kenapa mata saya merasa pengambilan video terkesan under, sehingga kurang nyaman bagi saya. Tetapi dengan mode M, kita pun bisa mengatur sendiri apa hasil yang ingin kita dapatkan. Untuk iso tertinggi di foto berada di 1600 dan 3200 pada video. Saya sempat test untuk kondisi lowlight dengan iso tertinggi, walau hasilnya kurang begitu memuaskan menurut saya.

IMG_5427

Mode manual memungkinkan kita mengatur iso dan ss

 

 

IMG_5413

Gimbal

Ini poin plus dari DJI OSMO, gambarnya smoooooooth  sekali, mau kita lari, merangkak.  Hampir dan tidak ada goyang. Poin yang sangat penting mengingat gambar video yang shake itu terkadang sangat  menyebalkan.

APLIKAS PIHAK KE 3

DJI Osmo sendiri dapat kita koneksikan langsung kedalam handphone kita  dengan mengunduh aplikasi bernama  DJI GO, baik untuk platform android maupun IOS.  Pengalaman saya  menggunakan IOS, DJI GO berperan sangat bagus, untuk pengaturan video, pengambilan foto dan kita bahkan bisa langsung mendowload video atau foto kedalam handphone kita setelah merekam.

Kesimpulan :

Kesimpulan ini adalah murni pribadi pendapat saya, jadi mungkin ada perbedaan dengan teman-teman itu adalah hal yang wajar.

  1. Untuk video, DJI OSMO sangat keren dan stabil. Baik digunakan dalam acara resmi maupun travelling, walaupun sampai saat ini DJI Osmo setahu saya tidak bisa digunakan di dalam air.
  2. Desain yang kuat, kokoh dan keren menjadikan DJI OSMO tampak lebih tangguh. Sayang ukuran OSMO agak besar menurut saya jika dimasukkan tas kecil, sehingga jika tipe traveller yang gag mau ribet bawa sesuatu seperti saya, tampaknya kurang cocok menggunakan ini. Tapi jangan lupa, poin hasil video yang nantinya pasti lebih keren bisa menjadi pertimbangan kok.

Overall DJI OSMO adalah teknologi yang luar biasa.

Noted :

saya bukan photographer profesional bahkan videographer. Saya Cuma penikmat teknologi, yang ingin berbagi  bagi yang mau dibagi.

 

Advertisements

38 thoughts on “HANDS-ON DJI OSMO, Benarkah cocok untuk para travellers?

  1. Tempo lalu pernah coba pake punya om bolang. Barangnya berat cuma enak digenggam. Sekali di test wah keren banget buat rekam. Om buat ku ya.,. mahar sama rokok :p

  2. Kemaren sempet baca-baca juga tentang ini dan langsung tertarik. Soalnya selain emang gambarnya bagus, simpel aja modelnya untuk dibawa-bawa juga gampang. Tapi kok setelah baca ini malah gimana gitu ya gara-gara pas low light agak kurang. Hehehe. \:p/

  3. Saya kecewa dengan Dji Osmo: Audio (sangat) buruk. Suara kipas mengganggu audio. Sering lambat re-connect ke ponsel setelah modus standby. Baterai cuma tahan syuting 30 menit sekali charge penuh. Tidak ada fitur zoom juga bikin sebal. hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s