Kapan Terakhir Ke Seaworld Taman Impian Jaya Ancol

Hidup itu tentang rasa syukur,belum bisa liburan ke luar negeri ya main di dalam negeri. Belum bisa kemana mana ya bercengkrama di rumah dengan keluarga. Tidak perlu dipaksakan perjalananmu, karena sejatinya kebahagiaan bukan terletak pada tempat yang jauh, tetapi kebahagiaan ada didalam kemampuan mengolah hati kita sendiri…

seaworld taman impian jaya ancol

Penyelam sedang memberi makan ikan

Mendung menggelayut menyapa Jakarta siang itu. Saya dan Rani masih mempersiapkan perlengkapan makanan untuk si kecil. Mempunyai anak membuat gaya packing kita otomatis berubah. Biasanya kita hanya membawa 2 tas untuk jalan,  kini berubah menjadi 3 tas. Begitu juga soal makanan, Kadang kala saat bepergian kita tidak terlalu memikirkan untuk makan dimana dan makan makanan apa. Sekarang kita harus lebih perhatian,  mencari tempat makan yang tidak hanya enak dan sehat, tetapi juga  nyaman agar si kecil merasa senang saat disuapi.

Hidup terus merubah kita, tetapi mencari kebahagiaan jawabanya selalu sama.  Dari hati manusia itu sendiri.

_DSC9453_wm

Penasaran melihat Penyu

Pengunjung seawrold

Beberapa pengunjung

Semenjak sengketa Pak Ahok dan Seaworld dimulai. Entah berapa lama tempat ini tutup. Hingga tanpa sengaja teman sekantor bercerita mengenai Seaworld, menimbulkan rasa penasaran tentang kenangan masa kecil yang kembali muncul. Kala kasih sayang Ibu begitu hebat tanpa batas kepada anak-anaknya.

Tiket masuk seaworld sendiri cukup mahal. Belum termasuk ijin memasuki area Ancol,Total kami bertiga merogoh kocek sebesar Rp 200,000.00. Dengan rincian 2 tiket Seaworld Rp.160.000.00 dan tiket masuk Jaya Ancol Rp.40.000.00. Sebenarnya cukup sepadan, karena saat memasuki area Seaworld banyak sekali ikan-ikan disana. Jadi bisa dibayangkan bagaimana mahalnya perawatannya untuk sekali makan ikan-ikan tersebut.

1449218562_picsay-1449218562_wm

Tiket Seaworld

Ruangan di Seaworld agak gelap, tetapi tidak mengurangi kejelasan pandangan mata. Hanya kita harus mengatur settingan kamera lebih detail, mengingat kondisi pencahayaan yang kurang mendukung. Hari kerja membuat tempat ini tampak sepi, beberapa anak SMP melakukan tour dengan gurunya mengenai apa saja ikan disana, ladang pengetahuan baru tersaji bagi mereka yang haus akan ilmu. Sayang beberapa akuarium kacanya sudah tidak jernih, sehingga ikan-ikan besar tampaK tidak begitu jelas dilihat. Disamping itu sepinya pengunjung menimbulkan keraguan di benak saya, apakah ikan-ikan ini hidup layak seperti kondisi di alam aslinya.

_DSC9456-02_wm

Hiu Martil dengan akuarium yang kurang bersih

_DSC9457-02_wm

Tebak apa namanya hayoo

Seaworld

Dicium manta?

Terlepas dari itu semua kita memang harus memberikan apresiasi apa yang ingin disajikan Seaworld untuk masyarakat. Selain untung yang tentu saja ingin didapat, banyaknya wisata sambil belajar adalah pondasi awal kemajuan untuk calon calon generasi penerus bangsa. Taman bermain seperti Seaworld menurut saya harus tetap terjaga dan tetap berkembang. Sehingga anak-anak tidak bingung mau kemana menghabiskan akhir pekannya bersama orang tua.

_DSC9474-01_wm

keluarga kecil saya

_DSC9483-01_wm

Telepon koin sekarang ada ikannya

Jadi kapan kamu terakhir ke Seaworld?

Advertisements

41 thoughts on “Kapan Terakhir Ke Seaworld Taman Impian Jaya Ancol

  1. Selama di Jakarta saya belum pernah ke Seaworld :haha. Menarik Mas, tapi membaca akuarium yang kacanya sudah tak jernih lagi itu… ah, konflik memang tak pernah punya dampak baik pada para satwa. Yang berkelahi siapa, yang kena dampaknya juga siapa. Mudah-mudahan kita bisa belajar dari sini.

    Iya, quote pertama juga saya suka! Ini masalah kualitas, bukan kuantitas :hehe.

  2. Benaran ternyata sudah 10 tahun kali aku nga ke sea world. Emang sich kalau dihitung2 rada mahal untuk masuk ke arena sea world tapi benar kata mu mas, maintenance nya benaran besar sekali disini, jadi wajar kalau harganya termasuk mahal.

    Senang yach bawa anak kesini. Banyak hal bagus yang bisa mereka lihat dan pelajari.

  3. Pingback: Catatan Akhir Tahun 2015 | Bukanrastaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s