Balada Pejalan Para PJKA ( Pulang Jumat Kembali Ahad )

Raung suara kereta berteriak kencang, melaju meninggalkan Jakarta dengan begitu cepat. Berharap membawa kerinduan untuk kata bernama pulang. Lima hari sudah jarak menelan satu keluarga, dengan timbunan rindu yang kian menumpuk hari demi hari.

“Sudah berapa tahun pak pulang setiap minggu?” Tanyaku pada bapak sepuh yang duduk di sampingku hari ini. “10tahun nak, masih baru kok” beliau menjawab dengan terkekeh. Hal yang biasa terdengar. Menjadi Percakapan awal kami malam itu, sekedar basa basi pembahasan mengenai pekerjaan atau politik dengan ujung percakapan mencari tempat untuk posisi tidur. 10 tahun berjalan, 20 tahun berjalan, 3 tahun berjalan segala macam perjalanan ini telah mereka jalani. Berbagai profesi, status,  melebur dalam arus dekapan gerbong kereta. Tua muda adalah soal usia, tapi siapa yang mau konsiten dengan cara seperti ini.

Tidur lelah

Tidur lelah

Bukan rahasia umum bagi penumpang berstatus Pulang jumat kembali Ahad ( PJKA ) untuk mencari tempat tidur, membuka matras mereka, menyiapkan bantal lalu tidur terlentang melawan dingin dan pegal. Aktifitas tiap minggu menjadi rutinitas biasa. Menyulap kereta adalah hotel, kamar singgah,dibalik kesiapan fisik agar bertemu keluarga menjadi segar. Bukan diayal, inilah kenyataan. Sebuah pilihan hidup yang mungkin sebagian orang liat tidak bisa dipahami. Tapi tetap sebagian  memilih menjalani. Sesekali menunggu tangan Tuhan bekerja mewujudkan mimpi. Mereka berjuang kukuh dan berusaha menghabiskan dalam sujud mereka . Berharap terbaik diantara terbaik. Bahagia diantara kebahagian.

lelah dan letih

lelah dan letih

Selamat malam para PJKA, lelapkanlah tidurmu dan semoga rejeki yang kau bawa menjadi jawaban keberkahan. Engkau pejalan sejati. Menempuh jarak, lelah, materi bukan untuk menatap keindahan tempat semata. Tetapi perjalananmu adalah hati dan tekad. Demi keluarga dan prinsip yang selayaknya dihormati. Kau berikan waktu, materi dan doa atas setiap kepercayaan. Semoga…semoga…ramah jemari Tuhan masih memeluk kita.

——

Untuk tuan kereta api maukah engkau memberikan reward bagi penumpangngmu yang sudah membeli tiket hampir tiap minggu dan sebagian gaji mereka yang habis untuk kesejahteraan pelayananmu.?

Advertisements

56 thoughts on “Balada Pejalan Para PJKA ( Pulang Jumat Kembali Ahad )

  1. ini pas ngambil foto sambil mengendap-ngendap apa nggak mas? saya pernah merasakan seperti ini dulu waktu naik kereta api ekonomi sama bapak jaman kecil, gelar koran di lorong-lorong kereta..seru

  2. Foto-fotomu humanis Bro! Apalagi ditambah pemilihan warna hitam-putih dan sedikit aksen merah untuk mempertajam kesan.

    Eh, aku malah jadi kepikiran. Klo PT KA merilis gerbong yang tanpa tempat duduk dan cuma disediakan matras thok mungkin ya bakal laris manis sama pejuang PJKA ini yah.

  3. halo, mas.. Saya Fajar dari majalah intisari (Kompas Gramedia). Saya mau membahas komunitas PJKA. Kira-kira saya bisa meminta nomer kontak dari para aktivis PJKA? terimakasih sebelumnya..

  4. Pingback: Teknologi Comutter Vending Machine( C-VIM) KRL, benarkah memudahkan penggunanya? | Bukanrastaman

  5. Pingback: Teknologi Comutter Vending Machine( C-VIM), benarkah memudahkan pengguna KRL? | Bukanrastaman

  6. saya setuju dengan paragraf terakhir, tentang reward atau kemudahan yang bisa dinikmati para pelaku PJKA. Walaupun sepertinya mustahil terwujud.. hehehe 😀

      • per 1 April Tawang Jaya nyentuh angka 100rb.. harganya ngalahin Brantas 86ribu (turun 4ribu dari harga sebelumnya) 😀
        Padahal jarak teempuh Brantas lebih panjang daripada Tawang Jaya.. nggak tau gimana cara ngitungnya, pake kalkulator bisnis kayaknya.. hahaha…

  7. Senasib dan seperjuangan dng sy mas admin,hehehe…nglaju jkt-Solo kadang 1 minggu kadang 2 minggu sekali….naik Argo Brantas klo gak Tw Jaya lanjut naik bus ke Solo. Salam Pjka.

  8. mantap mas. terimakasih sudah menuliskan cerita ini. saya yg baru 5 tahun jd PJKA, merasa bangga dan salut kpd mas.

  9. tapi sekarang…pemangku kekuasaan KAI melarangnya 😥 …tak boleh lagi para inlander commuter mingguan tidur dilantai, kalau masih nekad, didepak distasiun terdekat
    mengapa ya?…apa memang sekarang memang semangat para penguasa begitu?
    @kuncoro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s