Cita rasa kopi dari Toko Oen [mengenang sejarah]

“Kopi tubruk satu pak, dengan roti telurnya sekalian” saya memesan menu kepada pelayan toko Oen hari ini. Tak ada yang istimewa, tetapi kuharap kita mengerti. Disinilah cita rasa puluhan tahun tetap terjaga. Menguak pintu sejarah mengenai waktu, agar kuliner tetap ada untuk generasi yang terus berganti.

image

 

TOKO OEN berdiri  tahun 1922 silam. Tepat hampir 1 abad  menjadi restoran mewah kala itu. Hal menariknya adalah disaat kuliner nusantara yang mulai krisis karakter terkena gempuran makanan asing. Toko ini masih tetap berdiri, seakan bercerita bahwa  tempat ini merupakan ciri khas makanan mewah di zamannya.

image

Mengutip dari web resmi Toko OEN,  Cabang Semarang merupakan satu satunya yang masih terjaga memegang resep asli oma OEN. Walau ada toko serupa di Malang, tetapi sudah merupakan pemilik baru. Jadi bisa dibayangakan bagamaina satu resep bisa turun temurun antar generasi bahkan tetap terjaga.  Di toko OEN kita dapat menemukan banyak menu yang tersaji, beberapa malah masih berbahasa Belanda, sebut saja uitsmijter, huzarensalade, kaasstengels atau apalah namanya dan bagaimana melafalkannya. Bahkan daftar menu yang dibagikan saat ada tamu datang juga menampilkan profil toko OEN dengan bahasa Belanda. Menarik, tetapi tidak mengerti artinya sama sekali .

image

image

 

Menu favorit  yang membuat saya selalu tertarik kesana bukanlah  makananan makanan tersebut. Melainkan hanya secangkir kopi. Iya secangkir kopi memang,  Tetapi bagi saya lebih dari kopi, mungkin saja kopi yang  mengandung candu dibubuknya, aromanya membuatmu ingin kembali lagi. Sungguh, atau mungkin memang selera saya yang kacau. Tetapi kopi tubruk disana  sangat terasa nikmat, Ditambah roti telurnya yang tersaji. Terasa membawa ketentraman. Pahitnya yang tidak terlalu pahit, seakan melemparkan saya dari kursi kayu di Toko Oen. menjelma  khayal untuk menjadi orang kaya kala itu. Bukan hanya membeli rasa, tapi juga suasana. Tipsku kawan, tanpa gula kopi sangat nikmat terasa

image

Kopi Tubruk

image

Toko Oen tampak depan

Untuk satu cangkir kopi Tubruk dihargai sebesar 8000 rupiah, sedang roti telurnya berkisar 12,000 rupiah. disana juga ada menu tradisional selain makanan belanda. Ada nasi goreng, gado gado dan makanan nusantara semacamanya dengan harga terbilang standart.

image

Advertisements

31 thoughts on “Cita rasa kopi dari Toko Oen [mengenang sejarah]

  1. Saya salut sama pemilik yang tetap menjaga originalitas sampai berbilang generasi. Tak banyak yang bisa bertahan seperti ini, kebanyakan tergilas jaman dan ikut arus mainstream. Jadi catatan kalo ke Semarang.

  2. Aku biasanya menyempatkan mampir ke sini kalau pas ke Semarang. Sebenarnya rasa makanannya biasa aja, nggak istimewa. Tapi suasananya menyenangkan….

  3. kuliah di semarang selama 5 tahun di semarang, gak “berani” ke toko oen nan legendaris ini. mudah-mudahan bisa mampir semarang & toko oen. semarang memang sering menjual suasana. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s