Perjalanan & Kerinduan [catatan lepas pantai]

Adakah kata yang bisa menggambarkan kerinduan. Diantara relung doa yang tak tertembus oleh sebuah media. Di tengah laut saya berdiri, Belajar Menatap batas cakrawala. Lama kupandangi foto buah hati di handphone. Tersadar tumbuh keinginan untuk pulang yang begitu besar. Demi sekedar mengecup kening dan mungkin bercerita mengenai cinta.

image

Suatu rig di Jawa

Tak ada sinyal telepon dan tak ada wifi. Mungkin inilah perjalanan menuju platform yang agak membuat sedih selama ini. Entah rinduku yang semakin tebal karena kelahiran putra pertama. Atau ketergantungan dengan gadget menjadi semakin tinggi. Tetapi yang jelas susahnya komunikasi membuat hati ini makin menjadi biru syahdu saat lama tak bertemu dengannnya.

image

Bapak anak satu tapi tetep kece

Sebut saja suatu Platform yang terletakΒ  di perairanΒ  laut jawa. Dengan kejayaan produksinya pada tahun 90an yang mampu menembus 200rb barel. Apapun itu, liburan pekerjaanlah yang membawa saya kesini. Mengabdikan tubuh dan jiwa kepada perusahaan. Namun mungkin pikiran tidak. Langsung dilempar sepatu safety

image

Tempat singgah

Saya memilih percaya, perjalanan bukan hanya perihal tempat yang indah. Tetapi menujuNya adalah merupakan hal yang bisa kita bagi. Seperti biasa, karena ini mengenai hati. Saya ingin mulai bercerita.

image

Platform tersebut tampak tua. Dengan fasilitas yang menurut saya agak jauh dibanding platform lain yang pernah saya datangi. Tak ada recreation room, kamar pun kebetulan dipakai untuk delapan orang 1 ruangan. Walau tidak seperti biasanya tetapi rasa syukurlah yang akan menjadikannya semua indah untuk dinikmati.

image

Kamar di rig, tetapi tidak semua seperti ini tergantung platformnya

Duduk di Helipad, mata ini terus menuju cakrawala, berkaca kepada diri betapa kecilnya kita di hadapanNya. Raung mesin mulai mereda, memecah senja yang tak merona. Para pekerja bergegas mulai melepas lelah, tergantikan jadwal-jadwal yang terus berkala.

image

Menyenangkan duduk di Helipad

image

Para pekerja bersiap ganti shift

Di offshore yang terkenal dengan gaji besar ada yang banyak hal terkorbankan. Waktu, kasih sayang, mungkin juga harapan. Karena semua adalah pilihan, maka setiap manusia juga tidak sama untuk menentukannya. Jika pada akhirnya semua akan mati, maka semoga kalian benar benar menjadi diri sendiri dalam melewati nafas yang sementara ini.

image

Tetap hati hati anak istri menanti

image

Senja yang tak merona

Tak perlu takut pada yang engkau pilih, dimana kita akan melaluinya dengan cara begitu bahagia, berani dan tak ada penyesalan untuk itu.

Selamat menikmati rindu yang masih kita punya. Semoga mimpi-mimpimu benar engkau raih menjadi bahagia.

Jadi kira2, adakah rindu yang ingin kalian bagi?

Advertisements

52 thoughts on “Perjalanan & Kerinduan [catatan lepas pantai]

  1. Suamikuuuuu lagi di rig sekarang. Baru naik selasa kemarin. Sinyal lagi susah pun 😦
    May Alloh’s protection and guidance always be with him πŸ™‚

  2. Ketinduan itu juga ya yang membuat gak bis ikut TravelNBlog 2 hari full. Si kecil boleh tuh diajakin ke Solo, ntar diajakin jajan dawet πŸ˜€

  3. Pingback: A Day Trip to Tangerang | santistory

    • waah saya malah belum pernah denger lolongan ikan paus mbak..

      cuma peranh dapat cerita teman yang ganti shift ada mayat manuasia nyangkut di rig. padahal dari bibir pantai dan jadi makanan cumi, alhasil 1 minggu pada gag mau dimasakin cumi

  4. Mas mau tanya, dari semua gambar yang dishare masnya itu menggunakan kamera apa kalau boleh tau ? Goprokah ? Sebelumnya terimakasih.
    Hasilnya sangat menarik

  5. Cita-cita saya tahun kemaren pengen jadi inspector rig, tapi biaya kursusnya bikin puyeng. Iya kalo lulus, kalo gak lulus ngulang lagi. Kalo dibiayain perusahaan gak apa2, nah inikan biaya sendiri. Sekarang saya bekerja lagi dibidang sipil, WI saya belum berguna maksimal. Selamat bekerja mas. Kalo lowongan info ya.
    salam

  6. nice sharing mas… senasib sama saya memang.. skedul sih 2w:1w tp yah bisa aja diextend gitu..
    btw, foto-foto nya mantab.. saya biasanya cm motretin landscape pas lagi sunrise atau sunset aja..

    salam dari laut attaka..

  7. Huhuhu bacanya sedih… Iya rindu… Rndu bgt samapasangan saya… Dia jg krj offshore sprti mas, kaya skg ini, dr kemarin tidak bisa komunikasi sama sekali. Rasanya, kalo bisa nyusul,saya susulin deh. Huhuhuuu….
    Penuh sabar dan doa yg ga pernah putus untuknya disana. Berkah selamat selalau. Amin…

  8. Jd tau ternyata bekerja di lepas pantai bgt mmg jaringan sulit, kbtln suami sy tugas di kapal yg melayani jasa pengeboran minyak di daerah natuna, salam kenal mas 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s