Gunung Rowo dalam refleksi alam

Hutan Jati dan jalanan yang tenang akan menyambut langkahmu. Suara hewan dan burung menemani tiap langkah untuk mengantar ketenangan hati.

image

Disini suara klakson jarang terdengar. Senyum sapa para petani dan masyarakat Membawa kita melewati jalanan yang damai sepanjang perjalanan.

image

Hutan yang hijau dengan tanaman padi dan ketela jadi mata pencarian untuk makan. Walau di luar kulihat politikus mengincar suara kami tanpa janji memperbaiki akses jalan yang mulai berlubang.

image

image

image
Kita bekerja mencari ikan sepanjang hari. Hanya menggunakan jaring dan pancing tanpa ingin merusak tempat ini. Terkadang kutahu tak ada kepedulian untuk melirik kami. Bantuan pun jarang kami terima. Tapi itu tidak menjadi masalah, karena kutahu alam membuat kita jadi mandiri.

image

image

image

image

Kami tak punya kepentingan untuk diperjuangkan. Dengan makan cukup dan kesehatan kami bisa berkata bahagia.

Refleksi sebuah kesunyian terdengar bagi mereka yang punya frekuensi sama. Untuk menatap keindahan alam beserta suara Tuhan

image

image

Kota Pati adalah tempat melepas rindu. Berharap hal yang sama pesan ini dapat tersampaikan. Untuk para penguasa yang ingin melihat. Bahwa ada cermin Tuhan yang bisa kita rasakan. Kita nikmati dan kita manfaatkan.

Selamat hari Nyepi.

Dimana letak damai di hatimu kawan ?

Advertisements

10 thoughts on “Gunung Rowo dalam refleksi alam

  1. Pingback: [Kuliner] Nikmatnya Ndas Manyung Makanan Khas Pantura « Bukanrastaman

  2. Pingback: Catatan perjalanan 2014 dalam kata | Bukanrastaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s