Surabaya bersamamu

Ada banyak hal yang tidak disangka dalam hidup. Begitu juga dengan rejeki, apa yang kita dapat. Apa yang kita miliki terkadang cepat atau lambat silih berganti. Tapi diantara semua itu ada yang memang harus dihargai lebih dari itu yaitu kebersamaan.

Sungguh 2 hari ini dalam perjalananku ke surabaya mulai mengajarkanku akan banyak hal. Rindu yang terobati dan sebuah pilihan yang memang harus diperjuangkan. Tak ada yang sia-sia dalam kehidupan. Jika engkau mau membuka tabirnya satu demi satu.

Pagi kemarin tampak lebih cerah. Sinar surya seakan menyambut kami yang rindu. Terminal dua surabaya, terminal baru yang cukup membingungkan. Dengan jarak yang cukup jauh dari terminal lama.Kendaraan taxi masih sedikit, dan jalan menuju terminal lama yang harus melalui jalan umum. Dimana tentunya ada kemacetan yang menghambat dan bagaimanapun keluh kesah pasti slalu ada. Tapi disini aku tak menulis keluh kesah itu. Aku cuma butuh bercerita tentang bagaimana bahagianya ketemu kamu.

Pagi pukul 09.00
Surabaya yang khas dengan panasnya tetap mempesona. Ribuan cerita, ribuan kenangan dan berbagai masakan tetap memaksa kami untuk mengelilingi kota pahlawan. Sate kelapa makanan yang kunanti. Bukan cuma rasanya yang mengalahkan ondomohen. Tapi ceritanya yang memaksaku kembali. Dimana dulu hampir tiap hari saat masih di Surabaya sebelum kita bekerja kita sempatkan selalu menikmati rasanya.

image

Letak sate ini tak jauh dari jantung kota. Cuma pedagang kaki lima depan GOR Gelora 10 Nopember. Dan dia juga berjualan dari senin – sabtu

Pukul 12.00
Setelah kenyang makan dan kombinasi perjalanan subuh membuat tubuhku mulai mengantuk. Kita memutuskan untuk pulang dan saya beristirahat di rumah alumnus Ktt 15 Adi Bambang ST.

Pukul 16.00
Senja sore jauh dari mata. Hujan yang lebat dan langit yang menghitam tampaknya masih kokoh menyapa surabaya. Rencana jalan sore pun terpaksa kita urungkan. Dan menggantinya dengan jadwal nonton nanti malam

Pukul 19.00
Malam di Laguna, tempat yang cukup nyaman dengan cerita yang luar biasa. Hari itu kita tidak spesifik untuk menonton apa. tapi sungguh kebetulan tak bisa ditolak dan takdir Tuhan bercerita disana.

image

Kita bertemu teman yang cukup akrab. dimana cewek yang digandeng teman saya adalah temen kos calon istri saya.nah bingung kan. Tapi apapun itu film I frankstein tidak sesuai yang kita bayangkan. Standart saja. Dan tetap tidak nyambung.

Pukul 08.00
Selamat pagi surabaya. Hari minggu pagi kita naek sepeda dengan penuh cinta. Mengelilingi salam ramah kota pahlawan dan kita menikmati makan pagi bersama. Sungguh ku kira seharian ini luar biasa dan kita membuka buku cerita kenanangan lagi pada danau angsa yang terindah dengan buatan tangan manusia.
image

image

image

image

Dan aku akan terus merindukan kembali disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s