Suara Hati

image

Berpijaklah pada doa yang kutitipkan pada hujan, dimana rintiknya yang pelan meresap kedalam hatiku yang rindu. Sudah satu tahun saat kita mulai bertarung dengan jarak. Dan tinggal beberapa bulan kita menanti jemari yang saling terikat dalam rangkaian upacara bernama Pernikahan.

Aku dan kamu juga disisipi waktu, Tumbuh pelan diantara perbedaan. Dan entah kenapa saja ada rasa yang selalu berusaha untuk tak permasalahkan semua. Karena kita sedang mulai menuliskan kisah kita sendiri. Kita hidup dalam mimpi angan kita yang sederhana,. Untuk membuka matahari dan menikmati senja dalam satu atap yang sama. K-E-B-E-R-S-A-M-A-A-N

Jika memang rejeki yang banyak dan kata status dalam sebuah pekerjaan bisa menjadi penebus. Maka dihari ini kita akan berdoa bersama untuk mewujudkan apa yang disebut dengan sebuah kesatuan. Satu utuh yang saling melihat sama lain, satu yang utuh dalam damai duduk di meja makan berdua, menikmati tawa, menikwati belaian sentuhan dan sujud dalam doa untuk menggapi semua yang diajarkan Tuhan

Catatan Istirahat siang untukmu dalam balutan Rindu

Advertisements

2 thoughts on “Suara Hati

  1. semoga menjadi keluarga samawa, jangan cemari janji pernikahan suci dengan hal-hal yang kotor dan kepuasan sesaat, Selamat Kawan!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s